Sibotak (vin diesel) diawal kesuksesan

Namanya mulai terdengar di kancah Hollywood sekitar tahun 1998. Tepatnya saat cowok yang punya nama asli Mark Sinclair Vincent ini ikutan di proyek film milik Steven Spielberg, Saving Private Ryan . Vin dianggap berhasil memerankan tokoh Private Caparzo.
Nggak ada yang menyangka kalo kedepannya sosok Vin lekat dengan peran dalam film action. Bisa dibilang, anggapan ini muncul saat Vin memerankan sosok Riddick dalam film Pitch Black (2000). Malahan, banyak yang bilang kalo peran tersebut lah yang menjadi breakthrough dalam karir keartisan Vin.
Tapi, nggak bisa dipungkiri kalo film action dan balapan, The Fast and The Furious (2001), makin membawa Vin ke puncak super stardom . Ya, lewat perannya sebagai Dom Toretto, sosok Vin makin lekat dengan peran-peran cowok jagoan di film action.
Meskipun banyak yang beranggapan bahwa Vin adalah aktor yang modal tampilan doang (alias modal bodi!), toh nyatanya akting Vin di beberapa filmnya cukup memuaskan. Menurut orang-orang dekatnya, kemampuan akting Vin didapat dari pengalaman di masa kecilnya. Ternyata, Vin kecil adalah sosok yang dekat banget dengan teater cing!
Kedekatannya dengan teater didapatnya dari ayah tirinya, yang bekerja sebagai pelatih akting, dan manager sebuah kelompok teater. Dari kecil, Vin emang nggak pernah ketemu dengan ayah kandungnya. Yang pernah ditemuinya hanya sang ibu, dan ayah tirinya, yang udah menganggap Vin seperti anak kandungnya.
Cowok yang punya keturunan Italia dan Afrika ini mengawali debutnya di dunia teater saat baru berusia tujuh tahun. Saat itu Vin ditunjuk untuk ikutan main di sebuah teater berjudul Dinosaurs Door.
Hasilnya?
Vin berhasil nampilin performa sempurna dalam aksi teater pertamanya. Padahal, awal mula Vin berperan di teater tersebut sama sekali nggak disengaja, jack! Semua berawal dari kenalakannya bersama dengan saudara laki-lakinya.
Saat itu Vin bersama saudaranya berusaha menjebol masuk ke dalam Theater for the New City. Begitu berhasil masuk kedalam, mereka pengen merusak segala sesuatu yang ada di dalamnya. Vandalisme, jack!
Sial buat Vin. Seorang staf tempat tersebut memergoki mereka secara tiba-tiba. Toh nasib beruntung masih bergelayut di pundaknya. Alih-alih memanggil polisi untuk menangkap Vin dan saudaranya, staf yang bernama Crystal Field , malah memberi mereka berdua naskah teater. Ditambah, mereka berdua ditawari untuk ikutan main!
Berhubung merasa nggak enak, tawaran itu diterima. Malahan, saking menikmatinya bermain teater, Vin jadi ketagihan. Dan ujung-ujungnya, Vin terus-terusan ikutan teater, sampai masa remajanya. Sampai akhirnya dia menemukan ketertarikan lain, yaitu menulis kreatif. Hal ini juga yang nantinya bakal membawanya kepada karir yang dijalani, sampai saat ini.
Nickname Vin Diesel sendiri didapat saat dia masih bekerja sebagai seorang bouncer , alias security penjaga pintu, di sebuah klub malam. Teman-teman di klub bernama The Tunnel itu menyebutnya sebagai Diesel, karena tenaganya yang nggak abis-abis!
“Menurut mereka, saya seperti orang yang menggunakan mesin diesel di dalam badan saya. Karena tenaga saya nggak abis-abis, dan saya selalu semangat setiap saat,” ujar Vin, dalam sebuah wawancara.
Sementara nama depan Vin, diambil dari nama belakangnya, Vincent. “Di tempat saya bekerja dulu, nggak ada orang yang benar-benar memberi tahu nama aslinya. Hal ini udah biasa di area klub malam seperti itu,” jawab Vin, santai.
Nama ini juga yang dipakainya saat mulai masuk ke industri perfilman Hollywood. Dan bisa dibilang, nama ini seperti membawa hoki untuk karirnya. Sekarang tinggal kita lihat aja, apakah nama Vin Diesel bisa terus berkibar setelah kesuksesan film Fast and Furious ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar